Temukan jawabanya di sexmoslem.com
oleh: dr.Anshor R Shidiq, Pangkalan Bun
Sex merupakan kenikmatan yang diberikan allah SWT selain makan, minum dan tidur. Dengan mengikuti sunah SAW akan menambah kehangatan rumah tanga. Tunggu kami !
Pembicaraan tentang Sexual memang sangat menarik, apalagi kalangan ABG, baik Anak Baru Gede maupun Angkatan Babe Gue, tapi sebagian masyarakat masih malu-malu untuk membicarakannya sehingga tak jarang mereka mencari tahu dengan cara sendiri. Banyak orang tua yang enggan membicarakan sex kepada anaknya-anaknya karena “Pendidikan Sex” masih dianggap tabu oleh sebagian orang.
Bila pendidikan sex tidak diajarkan secara dini, maka dampaknya sebenarnya sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa anak karena banyak informasi tentang sex yang tak bertanggung jawab, banyak VCD porno yang beredar dipasaran, iklan-iklan sex yang menyesatkan dan banyak lagi info – info tentang sex yang tak jelas sumber dan kebenarannya.
Sejarah sexologi Arti kata Sex, yang sebenarnya bukan lain adalah kelamin ( jenis kelamin ), tapi secara umum diartikan segala sesuatu yang berhubungan dengan (perbuatan/perilaku ) sex.
Obsecenity |
Istilah hukum (dianggap membahayakan masyarakat) |
|---|---|
Erotica |
Istilah ilmu sosial |
Pornografi |
Erotika dalam bentuk vulgar |
Sejarah telah membuktikan bahwa pandangan-pandangan tentang sexologi dipengaruhi oleh suasana sosil politik dan gaya intelektual yang berlaku pada suatu saat dan tempat tertentu. Tekanan dari nazi misalnya, membuat para pakar sexologi hijrah dari Jerman ke Amerika Serikat tetapi di Amerika sendiri sebelum sampai ke era perkembangannya seperti sekarang, sexologi mendapat tentangan sangat berat dari kaum tradisional.
Penelitian Kinsey tentang perilaku sex wanita (1953) misalnya, tidak hanya dihujat, melainkan juga dihentikan dananya, sehingga tidak dapat dilanjutkan, penelitianya. Antropolog Margaret Mead membuktikan bahwa Supremasi Etika Sex ala Barat, tidak berlaku di tempat lain di dunia. Semua ini membuat sebagian besar dari sexsualitas manusia tetap menjadi misteri sampai pertengahan abad XX.
Sex Jaman Dahulu Kala
Dijaman yang paling awal, para Filsuf dan dokter Yunani dan Roma (Hippocrates,Plato, Aristoteles, Soranus dan Galen ) sudah mulai berdiskusi tentang berbagai masalah sex, seperti Reproduksi, Kontrasepsi, Perilaku sex manusia dan kelainan sexual, bahkan juga tentang terapi sex, pendidikan sex, etika sex dan politik sex.
Pada zaman berikutnya, terbitlah buku “Ars Amatoria” dan “Kama Sutra” yang tulis oleh penulisan – penulis Roma (Ovid) dan India ( Mallangga Vatsayana) yang merupakan petunjuk teknis untuk seni bercinta (berhubungan Sex). Seperti hanya pemikiran-pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan lain pada umumnya, pemikiran dan pengetahuan tentang sex juga dikembangkan oleh para pemikiran dan pengetahuan tentang sex juga dikembangkan oleh para pemikir pada zaman sesudah Yunani Kuno, termasuk di dunia Timur (bahkan mereka mempunyai nama-nama versi barat, termasuk diantaranya adalah pemikir-pemikir Islam dan Yahudi melanjutkan tradisi ilmiah : Ar-Razi (Rhases), Ibnu Sina(Avicena).
Ar-Rozi, misalnya seorang dokter dan filsuf Islam, mengembangkan Teori yang belakangan juga dikembangkan oleh Freud (dorongan Sek dalam alam ketidaksadaran). Di Chinna, buku tentang sex juga mulai ditulis dan dibaca orang. Buku Klasik tentang sex di Chinna adalah Su-nui-jing. Di Jawa, termuat dalam Serat Nitimani dan Serat Kamawedha, yang memberikan panduan cukup memadai tentang sexualitas Jawa. Sedangkan kaitan sex dengan pengobatan tradisional terdapat dalam primbon Jalu Usada dan Primbon Wanita Usada. Untuk kisah-kisah petualangan sex yang moderat antara Syeh Amongraga dengan Niken Tambangraras dapat dibaca dalam Serat Centhini. Sementara kita-kitab tentang kewanitaan terdapat dalam Serat Candrarini, serat Wulang Putri, Serat Darmarini, Serat Niti Sastra dan serat Yadnya Susila. Baca kelanjutannya, NEXT.